Sorotan Pendidikan Di Era Pandemi Di Tahun 2021

Pada Hari Nasional Pendidikan 2021 (hardiknas) http://www.mefreeforall.org/, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan serangkaian catatan pendidikan di Indonesia selama periode pandemi Covid-19. Pandemi yang seharusnya berdampak signifikan pada penurunan kualitas pendidikan di Indonesia. “Pada Januari-Maret, 2021 ada 33 kasus putus sekolah karena mereka sudah menikah, 2 kasus karena mereka bekerja, 12 kasus menunda SPP, dan 2 kasus karena kecanduan gadget, sehingga mereka harus menderita perawatan jangka panjang, sehingga mereka harus menderita perawatan jangka panjang, “Kata Komisaris Pendidikan KPAI, Retno Listyarti di KPAI Hardiknas Note 2021, Sabtu (1/4/2021).

Sorotan Pendidikan Di Era Pandemi Di Tahun 2021

“Yang berarti bahwa target RPJMN meningkat lama sekolah terancam dengan gagal,” lanjutnya. Selain itu, Retno menjelaskan beberapa alasan untuk kebijakan pembelajaran dari rumah (BDR) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dianggap tidak efektif. Ini disebabkan oleh Internet, di mana masih ada kesenjangan dalam penggunaan internet antara pulau Jawa dan keluar dari Jawa. “Dia belum pernah menugaskan kesenjangan kapasitas digital dan kapasitas ekonomi di antara anak-anak di lapangan di daerah perkotaan. Tidak ada variasi pemetaan BDR atau PJJ yang dibangun bersama, antara guru, mahasiswa dan orang tua. Lalu kondisinya setelah satu tahun lagi BDR atau PJJ memunculkan saturasi, “kata Retno.

Sorotan Pendidikan Di Era Pandemi Di Indonesia

Pandemi Covid-19 yang menelepon di beberapa bagian dunia berdampak pada beberapa sektor kehidupan masyarakat. Tidak hanya kesehatan dan ekonomi, dunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh pandemi, yang diumumkan untuk pertama kalinya memasuki Indonesia pada 2 Maret, pada 22020. Kebijakan pengawasan jarak dan tidak dengan kepadatan mengakibatkan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pembelajaran khusus di lembaga pendidikan.

Kebijakan pertama dilakukan melalui bilangan lingkaran 4 tahun 2020 sehubungan dengan implementasi kebijakan pendidikan dalam periode darurat distribusi virus mahkota (Covid-19). Dalam kebijakan ini, diputuskan pada larangan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah yang berlaku sampai akhir tahun akademik 2019/2020. Dengan memasuki tahun sekolah 20/2021, pemerintah menerbitkan lagi aturan baru dari implementasi pendidikan melalui SKB 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Ruangan Nomor 01 / KB / 2020, No. 516 2020, tidak. HK.03.01 / Menkes / 363/2020, dan No. 440-882 tahun 2020.

Tinggalkan Balasan
Your email address will not be published.
*
*

BACK TO TOP